MKWN4101 - Modul 9
Ringkasan materi Modul 9 tentang Kerukunan dalam Keberagaman untuk persiapan UAS MKWN4101
Kerukunan dalam Keberagaman
Kerukunan dan persaudaraan adalah fondasi utama bagi masyarakat atau negara yang kokoh. Persaudaraan ini melampaui batas agama, berlaku baik untuk sesama muslim maupun non-muslim, karena fitrah manusia yang berasal dari sumber yang satu. Agama Islam diturunkan sebagai rahmat bagi semesta alam, dengan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama.
Agama adalah Rahmat Allah SWT
A. Islam Umum dan Islam Khusus
Konsep Islam memiliki dua makna utama:
- Islam dalam arti umum: Ajaran yang dibawa oleh para nabi terdahulu, yang intinya adalah kepasrahan total kepada Allah. Syariatnya bisa berbeda, tetapi akidahnya sama (tauhid).
- Islam dalam arti khusus: Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurnaan dari ajaran-ajaran sebelumnya.
Islam bersifat eksklusif dalam akidah (kepercayaan dasar), namun inklusif dan toleran dalam etika moral dan hubungan antar sesama manusia.
QS Ali-Imran/3:19 "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..."
QS Ali-Imran/3:85 "Barang siapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi."
B. Agama sebagai Fitrah Anugerah dari Tuhan
Fitrah adalah kesadaran alami manusia untuk bertuhan, anugerah dari Allah SWT yang kualitasnya sama pada setiap orang. Aktualisasi fitrah inilah yang membedakan manusia. Para Rasul diutus dengan wahyu sebagai pembimbing manusia agar dapat mewujudkan fitrahnya demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
QS Al-Anbiyaa'/21:107 "Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."
Nabi Muhammad SAW adalah rahmat bagi semesta alam, bukan hanya ajarannya tetapi juga kepribadiannya yang agung (uswatun hasanah).
C. Hubungan Anugerah Fitrah dengan Islam
Fitrah dalam Islam sangat terkait dengan syahadat (أشهد ان لاله الا الله وأشهد أن محمدا رسول الله), yaitu kemampuan bawaan manusia untuk mengenal Allah dan menerima agama yang hak (tauhid).
QS Ar-Ruum/30:30 "Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu; tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Hadis Nabi SAW: "Tidak ada seorang anak pun yang dilahirkan, melainkan ia dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka ibu bapaknya yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani dan atau Majusi." (H.R. Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi)
Konsep-konsep lain dalam Al-Qur'an yang menunjuk arti agama:
- Al-Din: Hubungan antara dua pihak, dimana yang pertama lebih tinggi dari yang kedua. Mencakup aspek praktis ibadah dan muamalah.
- Al-Shibghah: Pemberian warna oleh Allah (tauhid) saat manusia pertama diciptakan, semacam "pencelupan" fitrah. Berbeda dengan pembaptisan Nasrani.
- Al-Hanif: Berarti "condong dari kesesatan kepada istiqamah", orang yang condong kepada kebenaran, kepada Allah, kepada tauhid.
D. Agama dan Tanggung Jawab Manusia
Manusia adalah makhluk merdeka yang diberi kebebasan untuk memilih, sehingga menjadikannya makhluk yang bertanggung jawab atas pilihannya. Kebebasan ini merupakan amanah yang hanya dipikul oleh manusia.
QS Al-Ra'd/13:11 "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
QS Al-Ahzab/33:72 "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh."
Kebebasan ini menuntut pertanggungjawaban di akhirat. Allah mengutus Rasul dengan wahyu sebagai petunjuk agar manusia menentukan pilihan yang benar.
Kerukunan Antar Umat Beragama
Kerukunan tidak hanya untuk sesama muslim, tetapi juga melibatkan hubungan dengan non-muslim.
A. Persaudaraan Sesama Muslim
Persaudaraan muslim (ukhuwah Islamiyah) adalah ajaran fundamental Islam.
QS Al-Hujuraat/49:10 "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."
Kode etik persaudaraan sesama muslim:
- Tidak saling melecehkan dan menghina (QS Al-Hujuraat/49:11).
- Tidak berprasangka buruk dan tidak ghibah (QS Al-Hujuraat/49:12).
- Saling menolong dan melindungi (QS Al-Anfaal/8:72, At-Taubah/9:71, Al-‘Ashr/103:1-3).
- Persaudaraan ini diumpamakan seperti bangunan yang saling memperkokoh (H.R. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi).
- Menegakkan perdamaian jika terjadi perselisihan (QS Al-Hujuraat/49:9).
B. Persaudaraan dan Kerukunan dengan Umat Non-Muslim
Manusia bersaudara karena berasal dari sumber yang sama, menekankan persamaan (egalitarianisme) antar sesama manusia.
QS Al-Hujuraat/49:13 "Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu."
Allah tidak memandang rupa atau harta, tetapi hati dan amal perbuatan (H.R. Muslim). Prinsip-prinsip dalam berinteraksi dengan non-muslim:
- Tidak ada paksaan dalam beragama (QS Al-Baqarah/2:256, Yunus/10:99-100). Kebebasan memilih iman adalah anugerah Allah.
- Tidak bertoleransi dalam akidah (QS Al-Kaafiruun/109:1-6). "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." Namun, tetap menjalin hubungan sosial.
- Tidak menghina simbol-simbol kesucian agama lain (QS Al-An'aam/6:108). Ini untuk menjaga kerukunan dan menghindari balasan penghinaan terhadap Allah.
- Berbuat baik dan berlaku adil kepada non-muslim yang tidak memerangi (QS Al-Mumtahanah/60:8-9).
Islam menghargai pluralitas sebagai realitas yang dikehendaki Allah (QS Ar-Ruum/30:22 tentang perbedaan bahasa dan warna kulit). Perbedaan ini justru seharusnya menjadi pendorong untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (QS Al-Maai’dah/5:48) dan mencari titik temu (kalimatun sawa') dalam hal ketuhanan (QS Ali-Imran/3:64).
Poin Penting
- Kerukunan dan persaudaraan adalah pilar utama masyarakat, diajarkan dalam Islam untuk muslim dan non-muslim.
- Islam dalam arti umum merujuk pada akidah tauhid semua nabi, sementara Islam khusus adalah ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna.
- Fitrah adalah potensi bawaan manusia untuk mengenal Tuhan, dan Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah tersebut.
- Manusia memiliki kebebasan memilih dalam beragama dan bertanggung jawab atas pilihannya di hadapan Allah.
- Ukhuwah Islamiyah mengajarkan persaudaraan sesama muslim dengan etika tidak saling mengolok, tidak ghibah, saling menolong, dan mendamaikan yang berselisih.
- Dalam hubungan dengan non-muslim, Islam melarang pemaksaan agama dan penghinaan terhadap simbol agama lain.
- Islam mendorong umatnya untuk berbuat baik, adil, dan bekerja sama dengan non-muslim dalam hal kemanusiaan, tanpa mengorbankan akidah.
- Pluralitas adalah realitas yang diakui dan dihargai Islam, mendorong untuk berlomba dalam kebaikan dan mencari persamaan.
Tes Formatif 1 — Kegiatan Belajar 1
1.Setiap manusia dianugerahi fitrah beragama, artinya manusia...
2.Anugerah fitrah beragama tersebut sebagai perwujudan...
3.Supaya manusia tidak keliru dalam mengaktualkan fitrahnya maka Allah...
4.Dalam surah Al-A'raf ayat 172 Allah menjelaskan bahwa setiap manusia telah melakukan perjanjian dengan Allah, ketika Allah bertanya kepada manusia, 'Bukankah Aku ini Tuhan kalian?' Manusia menjawab...
5.Alasan mengapa Allah menjelaskan bahwa setiap manusia diberi fitrah beragama adalah supaya manusia...
6.Nabi bersabda: 'setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah' artinya: Pernyataan di bawah ini semua benar, kecuali setiap anak terlahir...
7.Di bawah ini adalah istilah yang digunakan Al-Qur'an yang mengandung arti agama, kecuali...
8.Sebagai makhluk yang diberi akal maka manusia diberi kebebasan untuk memilih, kecuali menjadi orang...
9.Kebebasan yang diberikan oleh Allah kepada manusia bukan tanpa batas, tetapi kebebasan tersebut membawa konsekuensi bahwa manusia harus...
10.Kebebasan yang dimiliki oleh manusia termasuk beragama melahirkan hak sekaligus kewajiban. Pernyataan di bawah ini semua benar, kecuali...
Tes Formatif 2 — Kegiatan Belajar 2
1.Persaudaraan yang diajarkan Al-Qur'an antara lain, kecuali antara sesama...
2.Di antara etika yang diajarkan oleh Al-Qur'an untuk menjalin persaudaraan sesama muslim adalah dilarang saling...
3.Dalam surah Al-Hujurat/49:11 Allah melarang sesama muslim saling mengolok alasan yang dikemukakan dalam ayat tersebut boleh jadi adalah...
4.Perumpamaan betapa buruknya orang yang suka menggunjingkan keburukan saudaranya (ghibah) dalam ayat 12 surah al-Hujurat seperti memakan...
5.Kalau ada sesama muslim yang bersengketa maka sesuai petunjuk Al-Qur'an mereka harus, kecuali...
6.Pada ayat 13 surat Al-Hujurat Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan yang berbeda-beda, maka ukuran kemuliaan manusia terletak kepada...
7.Persaudaraan dengan non-muslim tetap harus diupayakan dengan mempertimbangkan rambu-rambu, karena merupakan, kecuali...
8.Seorang muslim tidak boleh memaksakan agama Islam kepada orang lain karena Allah menjelaskan bahwa 'tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam.' Pernyataan tersebut terdapat dalam surah...
9.Di antara etika bertoleransi dalam beragama khususnya dengan non-muslim adalah tidak boleh...
10.Dalam surat Al-An’am ayat 108 dijelaskan bahwa seorang muslim tidak boleh menghina Tuhan agama lain karena...