Sabs UTDocs
Mkwn4101

MKWN4101 - Modul 2

Ringkasan materi Hakikat, Martabat, dan Tanggung Jawab Manusia untuk persiapan UAS MKWN4101

Hakikat, Martabat, dan Tanggung Jawab Manusia

Modul ini membahas tiga aspek fundamental manusia menurut ajaran Islam: Hakikat Manusia, Martabat Manusia, dan Tanggung Jawab Manusia. Ketiga aspek ini saling berkaitan dan membentuk pemahaman utuh tentang keberadaan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

Hakikat Manusia

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki kedudukan mulia. Hakikat manusia tidak hanya terbatas pada bentuk fisik (syahadah) tetapi juga mencakup dimensi gaib atau non-fisik (ruh dan jiwa). Penciptaan manusia dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur'an, misalnya QS Al-Mu'minuun (23): 12-14 yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dari saripati tanah, kemudian berkembang menjadi air mani, segumpal darah, segumpal daging, tulang, dan dibungkus daging, hingga menjadi makhluk yang sempurna. QS At-Tiin (95): 4 menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Manusia sebagai makhluk sempurna memiliki:

  • Mekanisme Biologi: Berpusat pada otak (sebagai lembaga pikir, rasa, sikap) dan jantung (sebagai pusat hidup).
  • Mekanisme Kejiwaan: Meliputi proses berpikir, merasa, bersikap, berserah diri, dan mengabdi kepada Allah.

Fungsi Akal dan Informasi

Manusia dilengkapi dengan akal untuk mengetahui, menganalisis, menyusun, menyimpulkan, dan merumuskan (wawasan kognitif). Selain itu, manusia memiliki wawasan afektif untuk mempertajam kepekaan rasa (keindahan, kekaguman, penghalusan budi) serta kecenderungan pada yang baik. Kedua wawasan ini diolah berdasarkan informasi yang diperoleh, baik dari ayat-ayat Allah (Al-Qur'an) maupun hukum alam (sunatullah).

Hubungan Ilmu dan Agama

Ilmu adalah seperangkat rumusan dan pengembangan pengetahuan yang dilakukan secara objektif dan sistematis, bermanfaat untuk keselamatan dan kebahagiaan manusia. Agama adalah seperangkat iktikad, keyakinan, undang-undang, peraturan, bimbingan, dan pelayanan yang diwahyukan Allah untuk keselamatan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Ilmu yang dirumuskan manusia bersifat relatif dan dapat berubah, sedangkan ilmu Tuhan (agama) bersifat mutlak. Keduanya merupakan pedoman hidup yang tidak dapat dipisahkan (ibarat dua sisi mata uang) dan menjadi pranata nilai serta norma bagi manusia.

Ibadah dalam Islam

  • Ibadah dalam arti luas (muamalah): Proses interaksi manusia dengan alam semesta dan seluruh isinya, mencakup seluruh aspek kehidupan yang sesuai ketentuan Allah.
  • Ibadah dalam arti khusus (ritual): Perilaku manusia yang dilakukan atas perintah Allah dan dicontohkan Rasulullah (seperti salat, zakat, puasa, haji).

Martabat Manusia

Dalam pandangan Islam, martabat manusia sangat mulia dan terhormat, berbeda dengan pandangan materialisme yang menganggap manusia hanya sekumpulan daging atau berevolusi dari kera. Manusia diciptakan dalam bentuk terbaik (QS At-Tiin 95:4) dan ditiupkan ruh ke dalam tubuhnya, sehingga para malaikat diperintahkan sujud kepadanya.

Manusia Makhluk Berakal

Akal adalah anugerah tak ternilai bagi manusia, membedakannya dari makhluk lain. Dengan akal, manusia dapat berpikir, memperhatikan, dan memahami manfaat segala sesuatu di alam ini. Allah memerintahkan manusia untuk menggunakan akalnya (QS An-Nahl 16:78, QS Yunus 10:101, QS Ar-Ruum 30:8). Akal merupakan jalan menuju keimanan.

Hak dan Kewajiban Manusia

Hak adalah imbalan dari kewajiban yang telah ditunaikan. Kewajiban adalah perbuatan yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Hukum Islam membagi hak menjadi empat:

  1. Hak Tuhan: Mengimani-Nya, menerima petunjuk-Nya, menaati hukum-Nya, dan menyembah-Nya (QS Adz-Dzaariyaat 51:56).
  2. Hak terhadap Diri Sendiri: Meliputi hak jasmani (makan/minum yang halal dan baik) dan rohani (ketenangan batin melalui iman dan takwa). Islam melarang segala hal yang merusak jasmani dan rohani (mencuri, bunuh diri).
  3. Hak Orang Lain: Memenuhi kebutuhan pribadi tanpa mengganggu hak orang lain. Islam melarang mencuri, menipu, bergunjing, berjudi, yang merugikan orang lain.
  4. Hak atas Harta: Memelihara dan memanfaatkan harta sesuai ketentuan Allah.

Manusia sebagai Khalifah di Dunia

Manusia dijadikan khalifah di bumi untuk mengatur dan mengendalikan segala isinya sesuai ketentuan Allah (QS Al-Baqarah 2:30, QS Al-An’aam 6:165). Allah menurunkan agama sebagai pedoman untuk menjalankan tugas kekhalifahan, membedakan jalan yang membahagiakan dan membahayakan.

Tanggung Jawab Manusia

Al-Qur'an menggunakan tiga istilah untuk "manusia" dengan makna yang berbeda:

  1. al-Basyar: Gambaran manusia secara fisik/material, dapat dilihat, makan, berjalan, dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup. Menggambarkan kesamaan rasul dengan manusia biasa.
  2. an-Nas: Menunjuk pada kumpulan atau seluruh umat manusia sebagai keturunan Nabi Adam AS, menekankan aspek sosial dan berkelompok.
  3. al-Insan / al-Ins: Berarti makhluk mukallaf (dibebani tanggung jawab), pengemban amanah, dan khalifah Allah di bumi. Menunjukkan keistimewaan manusia dalam berpikir, berilmu, namun juga memiliki kecenderungan melampaui batas jika merasa puas.

Konsep Tanggung Jawab

Manusia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya, yang bersifat pribadi dan tidak dapat dilimpahkan. Manusia terdiri dari unsur materi (fisik dari tanah) dan immateri (ruh dari alam gaib). Kehidupan manusia adalah abadi, berpindah dari alam arwah, kandungan, dunia, barzah, hingga akhirat (QS Al-Mu'minuun 23:12-16, QS Al-A’raaf 7:172, QS Al-Mu'minuun 23:99-104).

Status dan Peran Manusia

  1. Tinjauan Sosiologis dan Psikologis: Manusia adalah makhluk sosial yang membentuk pribadi melalui interaksi, motivasi, dan insting (seks, harta, agama). Setiap individu memiliki multistatus dan peran yang harus dimainkan sesuai norma.
  2. Tinjauan Al-Qur'an: Status dasar manusia adalah sebagai khalifah (pemimpin) di bumi (QS Al-Baqarah 2:30). Peran khalifah adalah pelaku dan pelopor ajaran Allah, meskipun dibekali kecenderungan negatif (sombong, putus asa) yang harus dikelola menjadi positif melalui bimbingan wahyu.

Strategi Membentuk Khalifah

  • Memahami nilai: Mengenal nilai-nilai absolut (agama) dan instrumental yang diajarkan Allah melalui Al-Qur'an (QS Al-Kahfi 18:27).
  • Mengembangkan nilai: Menyampaikan ilmu kepada orang lain sesuai kemampuan dan profesi (dakwah), dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat.
  • Membudayakan nilai-nilai ilahiah: Mengamalkan ilmu yang dimiliki dalam pola hidup sehari-hari, meneladani sunah Rasulullah SAW.

Potensi Manusia sebagai Khalifah

Allah membekali manusia dengan potensi:

  • Kemampuan mengetahui sifat dan fungsi benda (QS Ar-Ruum 30:6-7).
  • Ditundukkannya langit, bumi, dan isinya (QS Al-Jaatsiyah 45:12-13).
  • Akal pikiran dan pancaindra (QS Al-Mulk 67:23).
  • Kekuatan positif untuk mengubah kehidupan (QS Ar-Ra'd 13:11). Selain potensi positif, manusia juga memiliki kelemahan seperti godaan hawa nafsu dan keterbatasan pengetahuan (tentang ruh, masa depan, kematian, manfaat/mudharat) (QS Al-Isra’a’ 17:85, QS Luqman 31:34, QS An-Nisaa' 4:19, QS Al-Baqarah 2:216).

Poin Penting

  • Hakikat manusia meliputi dimensi fisik dan non-fisik (ruh dan jiwa) dan diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya.
  • Manusia memiliki akal sebagai anugerah utama yang memungkinkannya berpikir, menganalisis, dan mencapai keimanan.
  • Agama dan ilmu adalah pedoman hidup yang tidak terpisahkan, membimbing manusia menuju keselamatan dan kebahagiaan.
  • Ibadah mencakup ritual (ibadah khusus) dan muamalah (interaksi luas sesuai syariat).
  • Martabat manusia sangat mulia dalam Islam, berbeda dengan pandangan materialisme.
  • Manusia memiliki empat jenis hak dalam Islam: Hak Tuhan, Hak Diri Sendiri, Hak Orang Lain, dan Hak Atas Harta.
  • Manusia diangkat sebagai khalifah di bumi untuk mengatur dan mengelola alam sesuai kehendak Allah.
  • Tanggung jawab manusia bersifat pribadi dan abadi, mencakup pertanggungjawaban kepada Allah, diri sendiri, dan masyarakat.
  • Tiga sebutan manusia dalam Al-Qur'an (al-basyar, an-nas, al-insan) merepresentasikan berbagai aspek keberadaan dan peran manusia.
  • Manusia diberi potensi positif (akal, indra, alam yang ditundukkan) namun juga memiliki keterbatasan pengetahuan dan kecenderungan negatif yang harus dikelola dengan bimbingan wahyu.

Tes Formatif 1 — Kegiatan Belajar 1

Tes Formatif 1Kegiatan Belajar 1

1.Yang dimaksud bahwa manusia sebagai makhluk fisik adalah karena manusia ...

2.Yang dimaksud manusia sebagai makhluk non fisik adalah karena manusia ...

3.Agama Islam mempunyai pandangan tertentu tentang manusia. Hakikat manusia menurut pandangan Islam adalah ...

4.Dalam Al-Qur'an disebutkan wa laqod karomna bani adam, ayat ini menunjukkan bahwa manusia sebagai makhluk ...

5.Agama Islam memberikan gambaran tentang hakikat manusia sebagai makhluk yang sempurna, maksud pernyataan tersebut adalah manusia ...

6.Tujuan menjelaskan asal kejadian manusia dalam Al-Qur'an adalah untuk menggambarkan manusia ...

7.Agama Islam itu menjadi pedoman hidup bagi manusia. Hakikat Islam sebagai pedoman hidup adalah ...

8.Allah menegaskan bahwa tujuan hidup manusia adalah mengabdikan dirinya kepada Allah. Pengertian mengabdikan diri kepada Allah adalah ...

9.Agama Islam sebagai pedoman hidup manusia memberi manfaat bagi manusia dan masyarakat. Manfaat Islam itu disebabkan agama Islam merupakan suprasistem dalam bidang ...

10.Manfaat agama Islam bagi manusia meliputi ...

0/10 soal dijawab

Tes Formatif 2 — Kegiatan Belajar 2

Tes Formatif 2Kegiatan Belajar 2

1.Manusia dalam pandangan kebendaan atau paham materialisme berbeda dengan Islam. Menurut Islam, manusia adalah ...

2.Hak seseorang terhadap orang lain menurut Islam adalah ...

3.Hak seseorang terhadap diri sendiri menurut Islam adalah ...

4.Tujuan hukum (syariat) Islam bagi manusia adalah ...

5.Bunuh diri dilarang oleh ajaran Islam dengan alasan ...

6.Hak manusia atas harta adalah ...

7.Khalifah Allah adalah ...

8.Tugas manusia sebagai khalifah Allah adalah ...

9.Fungsi ilmu pengetahuan dalam hubungannya dengan iman adalah ...

10.Dalam rangka memenuhi hak Allah, manusia berkewajiban ...

0/10 soal dijawab

Tes Formatif 3 — Kegiatan Belajar 3

Tes Formatif 3Kegiatan Belajar 3

1.Ditinjau dari hukum *kauniah* (asal penciptaan), manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia, karena manusia memiliki ...

2.Berikut ini adalah sebutan tentang manusia di dalam Al-Qur’an, kecuali ...

3.Sebagai *an-Nas* manusia adalah makhluk yang memiliki potensi keinginan untuk ...

4.Sebagai *al-Basyar*, manusia adalah makhluk yang memiliki potensi bertanggung jawab kepada ...

5.Sebagai khalifah di bumi, manusia harus bertanggung jawab kepada Allah atas perbuatannya ...

6.Peran manusia sebagai khalifah akan berfungsi dengan baik jika didukung oleh ...

7.Di antara pengertian khalifah dalam bahasa Indonesia adalah ...

8.Manusia disebut makhluk istimewa karena diberi ...

9.Menurut Al-Qur’an dalam surah Al-Jaatsiyah (45): 13, Allah menundukkan buat manusia segala yang ada di langit dan di bumi. Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia ...

10.Manusia dalam beberapa hal ada kesamaannya dengan hewan, kecuali ...

0/10 soal dijawab

On this page