Sabs UTDocs
Embs4321

EMBS4321 - Modul 5

Ringkasan materi Penerapan Teknologi Informasi pada Organisasi Bisnis untuk persiapan UAS EMBS4321

Modul ini membahas penerapan teknologi informasi pada organisasi bisnis, khususnya terkait sistem e-bisnis dan e-commerce. Pertumbuhan berkelanjutan dalam sistem e-bisnis telah mengubah pola transaksi bisnis dari tradisional menjadi virtual (online), menawarkan biaya yang lebih rendah, kecepatan transaksi tinggi, kemampuan komunikasi multimedia, dan jangkauan pasar yang luas.

Sistem E-Bisnis

Sistem e-bisnis memungkinkan transmisi elektronik transaksi bisnis atau informasi terkait antara pembeli dan penjual. Meskipun transaksi bisnis di luar batas organisasi tidak berasal dari web, pengembangan browser web komersial pada pertengahan 1990-an memicu ledakan situs web untuk e-bisnis. Perusahaan tradisional yang mengintegrasikan saluran offline dan online sering disebut sebagai perusahaan bricks-and-clicks atau click-and-mortar.

Sejarah Singkat Internet

Internet berakar pada ARPANET dan berkembang sebagai jaringan komputer global menggunakan protokol TCP/IP.

  • Internet: Jaringan komputer di seluruh dunia yang dapat diakses publik menggunakan protokol TCP/IP.
  • Intranet: Jaringan pribadi dalam suatu organisasi menggunakan protokol TCP/IP untuk karyawan/pengguna internal.
  • Ekstranet: Bagian dari intranet pribadi yang dapat diakses melalui internet oleh mitra bisnis resmi (seperti pelanggan atau pemasok).

Penggunaan perangkat seluler untuk komunikasi nirkabel memicu pengembangan aplikasi e-bisnis yang dirancang untuk perangkat seluler, disebut m-commerce atau mobile commerce.

Peluang dan Ancaman Strategis E-Bisnis

Berdasarkan model kekuatan kompetitif Michael E. Porter:

Peluang E-Bisnis:

  1. Pengadaan pasokan melalui internet: Dapat meningkatkan kekuatan perusahaan atas pemasoknya.
  2. Ukuran pasar potensial: Sangat diperluas karena jangkauan internet yang nasional dan global.
  3. Saluran distribusi: Dapat dihilangkan antara perusahaan tradisional dan pelanggannya (disintermediasi).

Ancaman E-Bisnis:

  1. Persaingan lebih besar berdasarkan harga: Internet mempersulit mempertahankan kepemilikan penawaran produk/layanan.
  2. Pelebaran pasar geografis: Meningkatkan jumlah pesaing.
  3. Penghapusan hambatan tradisional: Seperti tenaga penjualan langsung.
  4. Daya tawar pelanggan lebih tinggi: Mereka mudah membandingkan harga dan beralih ke pesaing.

Aplikasi B2B dan B2C

  • Aplikasi Business-to-Business (B2B): Aplikasi yang memanfaatkan internet tetapi tidak terlihat publik. Contoh: Alibaba.com.
    • Manfaat: Mengurangi waktu siklus bisnis, mengurangi biaya transaksi, meningkatkan koordinasi antar mitra.
  • Aplikasi Business-to-Customer (B2C): Pertumbuhan bisnis elektronik B2C bergantung pada akses internet konsumen.
    • Manfaat: Akses 24/7 ke pelanggan, biaya saluran online lebih rendah, peluang multimedia untuk pemasaran, cara baru meneliti pasar potensial, cara baru mendistribusikan produk digital, jangkauan global. Contoh: Amazon, Netflix.

Enam Contoh B2C

  1. Amazon.com: Pelopor dot-com, dimulai sebagai penjual buku, kini toko serba ada online.
  2. Netflix: Layanan penyewaan film, kini streaming digital.
  3. Dell (Dell.com): Model make-to-order untuk PC, memanfaatkan konfigurasi pelanggan online.
  4. Lands' End (LandsEnd.com): Pengecer katalog tradisional, kini menawarkan penjualan online dan pakaian custom-crafted.
  5. Staples (Staples.com): Pengecer produk kantor, mengintegrasikan online dan offline.
  6. Tesco (Tesco.com): Ritel grosir, mempertahankan pengalaman online yang sederhana dan personal.

Perantara Dot-Com

E-bisnis juga memunculkan perantara dot-com baru. Perantara yang berhasil mampu menarik basis pengguna besar dan memberikan layanan unik.

  • eBay: Pelopor C2C (customer-to-customer), juga perantara B2C dan B2B, menyatukan pembeli dan penjual global.
  • Google: Berawal dari algoritma pencarian web, kini banyak bisnis terkait TI, terus berinovasi (misalnya Google Maps, YouTube).
  • Facebook: Jaringan sosial, didasarkan pada berbagi informasi pribadi dan memperkuat koneksi.

Desain Situs Web yang Baik untuk Konsumen (Model 7C Rayport dan Jaworski)

  1. Context: Tata letak dan desain situs (fungsionalitas dan estetika).
  2. Content: Penggunaan teks, gambar, suara, video yang sesuai bisnis.
  3. Commerce: Kemampuan situs untuk transaksi komersial.
  4. Customization: Kemampuan situs untuk menyesuaikan diri dengan pengguna tertentu atau personalisasi oleh pengguna.
  5. Community: Cara situs memungkinkan perasaan keanggotaan dan minat bersama pengguna.
  6. Communication: Ketersediaan komunikasi situs-ke-pengguna dan pengguna-ke-situs (e-mail, video real-time, telepon).
  7. Connection: Menangani tautan web ke situs eksternal lain.

E-Commerce: Pasar Digital dan Produk Digital

E-commerce mengacu pada penggunaan internet dan web untuk bertransaksi bisnis, yaitu transaksi komersial yang dimungkinkan secara digital antara organisasi dan individu.

E-commerce Milenial: Sosial, Mobile, dan Lokal

E-commerce telah menjadi lebih sosial, seluler, dan lokal. Pemasaran bergeser dari penyiaran merek ke "percakapan dan keterlibatan" dengan pelanggan, disebut perdagangan percakapan. Pemasaran sosial berarti mendengarkan, berdiskusi, berinteraksi, berempati, dan menarik. Platform seperti Facebook, Instagram, dan Pinterest menjadi sentra pemasaran sosial.

Keunikan Teknologi E-Commerce

Teknologi internet dan e-commerce lebih kaya dan kuat dibandingkan teknologi sebelumnya karena fitur-fitur berikut:

  1. Ubiquity (Ada di Mana-Mana): Tersedia hampir di mana saja setiap waktu, menciptakan ruang pasar (marketspace) yang melampaui batas tradisional dan dihapus dari lokasi geografis. Mengurangi biaya transaksi bagi konsumen.
  2. Jangkauan Global: Transaksi komersial dapat melintasi batas budaya dan nasional dengan lebih nyaman.
  3. Standar Universal: Standar teknis internet bersifat universal, menurunkan biaya masuk pasar dan biaya pencarian bagi konsumen.
  4. Kekayaan: Web memungkinkan pengiriman pesan kaya (teks, audio, video) ke banyak orang secara bersamaan.
  5. Interaktivitas: Memungkinkan komunikasi dua arah antara pedagang dan konsumen, serta komunikasi peer-to-peer.
  6. Kepadatan Informasi: Internet meningkatkan jumlah dan kualitas informasi bagi semua pelaku pasar, mengurangi biaya pengumpulan informasi dan membuat harga serta biaya lebih transparan. Memungkinkan diskriminasi harga (menjual barang yang sama dengan harga berbeda kepada kelompok berbeda).
  7. Personalisasi/Kustomisasi: Teknologi e-commerce memungkinkan penargetan pesan pemasaran ke individu tertentu dan penyesuaian produk/layanan berdasarkan preferensi pengguna.

Konsep Kunci dalam E-Commerce

  • Pasar Digital: Tempat jutaan orang di seluruh dunia dapat bertukar informasi dalam jumlah besar secara langsung, instan, dan gratis.
  • Asimetri Informasi: Terjadi ketika satu pihak memiliki lebih banyak informasi penting daripada pihak lain. Internet mengurangi asimetri informasi, membuat pasar lebih transparan.
  • Disintermediasi: Penghapusan organisasi atau lapisan proses bisnis yang bertanggung jawab atas langkah perantara dalam rantai nilai. Misalnya, maskapai penerbangan menjual tiket langsung online, menghilangkan agen perjalanan.

Barang Digital

Barang digital adalah barang yang dapat dikirimkan melalui jaringan digital (musik, video, perangkat lunak, buku).

  • Biaya marginal: Mendekati nol untuk memproduksi unit tambahan.
  • Biaya awal: Tinggi untuk memproduksi unit pertama.
  • Dampak Revolusioner: Bisnis yang bergantung pada produk fisik menghadapi penurunan penjualan, sementara langganan online meningkat.

Jenis E-Commerce

  1. B2C (Business-to-Consumer): Penjualan produk/layanan ritel kepada pembeli perorangan. Contoh: Amazon, iTunes.
  2. B2B (Business-to-Business): Penjualan barang dan jasa antarbisnis. Contoh: Elemica.
  3. C2C (Consumer-to-Consumer): Konsumen menjual langsung ke konsumen. Contoh: eBay, Craigslist.
  4. P2C (Producer-to-Consumer): Produsen menjual langsung ke kelompok pelanggan tertentu (lokal/global) melalui multi-saluran.

Model Bisnis E-Commerce

  1. Portal: Pintu gerbang ke web, menawarkan alat pencarian dan paket konten/layanan terintegrasi. Menghasilkan pendapatan dari iklan dan biaya rujukan. Contoh: Yahoo, Facebook, Google.
  2. E-tailer (Pengecer Elektronik): Toko ritel online. Proposisi nilai: belanja nyaman 24/7, banyak pilihan, harga murah. Bisa pure-play (Amazon) atau bricks-and-clicks (Walmart.com).
  3. Content Provider (Penyedia Konten): Distribusi konten informasi (video, musik, foto, teks) melalui web. Contoh: iTunes Store, Netflix.
  4. Transaction Broker (Pialang Transaksi): Memproses transaksi untuk konsumen. Proposisi nilai: penghematan uang/waktu, inventaris produk yang banyak. Contoh: E*Trade (broker saham online), Expedia (perjalanan).
  5. Market Creator (Pencipta Pasar): Membangun lingkungan digital tempat pembeli dan penjual bertemu, menampilkan produk, dan menetapkan harga. Contoh: eBay, Priceline, Uber, Airbnb, Kickstarter.
  6. Service Provider (Penyedia Layanan): Menawarkan layanan secara online, bukan produk fisik. Contoh: Google Apps, Salesforce.com (SaaS).
  7. Community Provider (Penyedia Komunitas/Jejaring Sosial): Menciptakan lingkungan online tempat orang dengan minat sama dapat bertransaksi, berbagi, dan berkomunikasi. Contoh: Facebook, Instagram, LinkedIn.

Model Pendapatan dari E-Commerce

  1. Periklanan/Advertensi: Menghasilkan pendapatan dari menarik banyak pengunjung yang melihat iklan. Contoh: Google Ads, Yahoo.
  2. Penjualan: Perusahaan memperoleh pendapatan dengan menjual barang, informasi, atau layanan kepada pelanggan. Contoh: Amazon, iTunes Store (pembayaran mikro).
  3. Berlangganan: Situs web membebankan biaya langganan untuk akses ke konten/layanan premium. Contoh: Netflix, The New York Times.
  4. Gratis/Freemium: Menawarkan layanan dasar gratis dan membebankan biaya premium untuk fitur lanjutan. Contoh: Google (aplikasi), Spotify.
  5. Biaya Transaksi: Menerima biaya untuk mengaktifkan atau melaksanakan transaksi. Contoh: eBay (biaya dari penjual), E*Trade.
  6. Afiliasi: Situs web (afiliasi) mengirim pengunjung ke situs lain dengan imbalan biaya rujukan atau persentase pendapatan penjualan. Contoh: MyPoints, Amazon Associates.

Poin Penting

  • E-bisnis adalah penggunaan internet dan teknologi digital untuk menjalankan proses bisnis internal dan eksternal.
  • E-commerce adalah bagian dari e-bisnis yang berfokus pada transaksi komersial digital.
  • Bricks-and-clicks mengacu pada perusahaan yang mengintegrasikan penjualan offline dan online.
  • Internet, intranet, dan ekstranet adalah jenis-jenis jaringan yang mendukung e-bisnis dengan cakupan berbeda.
  • Model 5 Kekuatan Porter dapat digunakan untuk menganalisis peluang dan ancaman strategis e-bisnis.
  • Disintermediasi adalah penghapusan perantara dalam rantai nilai, sering terjadi dalam e-commerce.
  • Barang digital memiliki biaya marginal produksi yang mendekati nol setelah biaya awal yang tinggi.
  • Model 7C adalah kerangka kerja untuk mendesain situs web yang baik dari perspektif antarmuka manusia komputer.
  • M-commerce adalah penggunaan perangkat nirkabel genggam untuk membeli barang dan jasa dari lokasi mana pun.
  • Model pendapatan e-commerce meliputi iklan, penjualan, langganan, freemium, biaya transaksi, dan afiliasi.

Tes Formatif 1 — Kegiatan Belajar 1

Tes Formatif 1Kegiatan Belajar 1

1.Bagian dari perusahaan intranet pribadi yang dapat diakses melalui internet ke organisasi resmi yang merupakan mitra bisnis (seperti pelanggan atau pemasok) adalah ...

2.Jaringan pribadi yang beroperasi dalam suatu organisasi yang menggunakan protokol TCP/IP untuk menyediakan informasi, aplikasi, dan alat lain untuk digunakan oleh karyawan/pengguna dalam organisasi disebut ...

3.Peluang e-bisnis akibat kehadiran internet yang dapat diidentifikasi sebagai berikut, kecuali ...

4.Ancaman yang berpeluang terjadi akibat kehadiran internet sebagai berikut, kecuali...

5.Berikut yang bukan manfaat aplikasi B2B adalah ...

6.Manfaat B2C bagi penjual sebagai berikut, kecuali ...

7.Perusahaan dot-com yang paling profitable didasarkan pada kecilnya biaya yang dibayarkan untuk daftar lelang dan penjualan yang memiliki jangkauan global adalah ...

8.Dari sisi konsumen, pembelian online yang dapat dikembalikan atau ditukar di toko ritel dan dibeli secara online atau diambil dari toko terdekat oleh pelanggan pada waktu yang disepakati adalah keuntungan yang diperoleh dari bisnis ...

9.Berikut yang bukan merupakan persyaratan yang harus ada dalam mendesain website adalah ...

10.Kemampuan situs untuk menyesuaikan diri dengan pengguna tertentu atau kemampuan yang memungkinkan pengguna memersonalisasi situs untuk diri mereka sendiri adalah salah satu syarat mendesain website, yaitu ...

0/10 soal dijawab

Tes Formatif 2 — Kegiatan Belajar 2

Tes Formatif 2Kegiatan Belajar 2

1.Transaksi komersial yang dimungkinkan secara digital antara organisasi dan individu melalui internet dan web adalah ...

2.Yang bukan fitur unik e-commerce adalah ...

3.Semua pelaku bisnis bisa bertukar informasi (termasuk produk/layanan) dalam jumlah besar secara langsung, instan, dan gratis adalah ciri unik dari pasar ...

4.Berikut yang bukan jenis e-commerce adalah ...

5.B2B, yaitu banyaknya penjual dan pembeli seimbang dinamakan pasar B2B yang ...

6.Situs yang ditetapkan pengguna sebagai beranda organisasi/perusahaan disebut ...

7.Situs yang menciptakan lingkungan online digital tempat orang-orang dengan minat yang sama dapat bertransaksi (membeli dan menjual barang), berbagi minat, foto, video, berkomunikasi dengan orang yang berpikiran sama, menerima informasi terkait minat, dan bahkan memainkan fantasi dengan mengadopsi kepribadian online adalah ...

8.Penggunaan perangkat nirkabel genggam untuk membeli barang dan jasa dari lokasi mana pun disebut ...

9.Yang bukan model pendapatan yang bisa diperoleh dari bisnis e-commerce adalah ...

10.Perusahaan yang memperoleh pendapatannya dengan cara terus-menerus melakukan inovasi dan keunggulan di bidang teknologi informasi adalah perusahaan ...

0/10 soal dijawab

On this page