Sabs UTDocs
Embs4321

EMBS4321 - Modul 1

Ringkasan materi Modul1 untuk persiapan UAS EMBS4321

Pendahuluan Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi informasi (TI) atau teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam peradaban manusia. Peralatan yang dulunya mahal dan kompleks kini terjangkau dan mudah digunakan. Istilah seperti artificial intelligence, big data analysis, content creator, digital marketing, dan cloud computing menjadi familiar. Aplikasi baru seperti ChatGPT dan Robotic semakin mempermudah kehidupan.

Teknologi Informasi (TI): Teknologi yang berkaitan dengan pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sistem komputer (perangkat keras, perangkat lunak, dan perangkat jaringan) dalam rangka pemrosesan dan distribusi data dan informasi dari satu pihak (client) ke pihak lain (server).

Sejarah dan Perkembangan Teknologi Informasi

Perkembangan TI erat kaitannya dengan sejarah revolusi industri.

Sejarah Singkat Perkembangan TI Era Modern

  • 1455: Johannes Guttenberg menemukan mesin cetak.
  • Abad ke-18 (Revolusi Industri 1.0): Penemuan mesin uap (James Watt) dan mesin tenun (Edmund Cartwright) mengubah ekonomi agraris menjadi industri berbasis mesin.
  • Awal Abad ke-20 (Revolusi Industri 2.0): Penemuan listrik (Nikola Tesla), bola pijar (Thomas Edison), dan telepon (Alexander Graham Bell) mengubah masyarakat agraris menjadi industri berbasis listrik.
  • Pertengahan Abad ke-20 (Revolusi Industri 3.0): Penemuan internet dan peralatan digital. Alan Turing (mesin pengolah data) dan von Neumann (arsitektur komputer modern) merintis kecerdasan buatan.
  • 1946: Komputer elektronik penuh pertama, ENIAC, dikembangkan oleh Angkatan Darat Amerika.
  • 1950-an (Era Perang Dingin): Pengembangan ARPA (Advance Research Project Agency) oleh Amerika yang meliputi pengembangan protokol jaringan TCP/IP.
  • 1992 (Era Milenium): Pembentukan World Wide Web (WWW) oleh CERN.
  • 2000-2005 (Revolusi Industri 4.0): Era big data analysis, hyperfast internet connection, cloud storage, artificial intelligence, augmented/virtual reality, dan cyber security.
  • Awal 2019: Robot cerdas memicu transisi menuju Revolusi Industri 5.0, yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi.

Perkembangan TI di Indonesia

  • 1925: Bataviase Radio Vereeniging (BRV) sebagai siaran radio pertama.
  • 1962: Peluncuran Televisi Republik Indonesia (TVRI) bertepatan dengan Asian Games IV.
  • 1976: Peluncuran satelit komunikasi Palapa A-1, menandai masuknya Indonesia ke era informasi. Berbagai satelit lain menyusul.
  • 1988: Masuknya internet di Indonesia dengan pendaftaran IP UI-NETLAB, diprakarsai oleh Universitas Indonesia.

Tren Perkembangan Teknologi Informasi Saat Ini

Tujuh perkembangan TI menonjol pada awal 2023:

  1. Cloud Computing (CC) / Komputasi Awan: Model komputasi di mana pemrosesan, penyimpanan, perangkat lunak, dan layanan disediakan sebagai sumber daya tervirtualisasi melalui jaringan (internet).
    • Jenis layanan: Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), Infrastructure as a Service (IaaS).
    • Contoh SaaS: Google Apps, Salesforce.com.
    • Contoh PaaS: IBM Bluemix, Force.com.
    • Contoh IaaS: Amazon S3 (penyimpanan), Amazon EC2 (komputasi).
  2. Green Computing (GC) / Komputasi Hijau: Praktik dan teknologi untuk merancang, membuat, menggunakan, dan membuang perangkat komputasi dengan dampak lingkungan minimal.
    • Empat hal terkait Green Computing: Green Use, Green Disposal, Green Design, Green Manufacture.
  3. Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan: Teknologi produk yang mampu berinteraksi, belajar dari pengalaman, menyesuaikan input baru, mengenali pola, dan melaksanakan tugas layaknya manusia.
    • Cabang AI: Machine Learning, Natural Language Processing, Expert System, Vision, Speech, Planning, Robotics.
    • Contoh teknologi AI: Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), robot, chatbot, digital assistant.
    • Augmented Reality (AR): Membaurkan dunia fisik dan digital untuk pengalaman pengguna. Contoh: Pokemon GO, IKEA Place.
    • Virtual Reality (VR): Menciptakan simulasi visual dan suasana tiga dimensi yang membuat pengguna merasa berada dalam dunia tersebut. Contoh: Game VR (PlayStation, Xbox), Oculus Rift.
  4. Machine Learning (ML) / Pembelajaran Mesin: Cabang AI yang melibatkan pemrograman komputer yang didesain dengan data dan algoritma khusus agar mesin dapat belajar dan menganalisis data secara otomatis. Contoh: Superkomputer Deep Blue.
  5. Edge Computing (EC) / Komputasi Tepi: Proses komputasi yang memproses dan menyimpan data Internet of Things (IoT) secara lokal di tepi jaringan untuk mengurangi latency dan kebutuhan bandwidth.
    • Manfaat: Mengurangi biaya jaringan, mengatasi masalah bandwidth, menghindari kegagalan layanan, mengurangi latency, kontrol data lebih baik.
  6. Quantum Computing (QC) / Komputasi Kuantum: Teknologi berdasarkan teori kuantum yang memungkinkan pemrosesan data lebih cepat dan efisien daripada komputer konvensional, menggunakan "qubits" yang dapat berada dalam lebih dari satu keadaan.
  7. Cyber Security (CS) / Keamanan Siber: Upaya perlindungan sistem, jaringan, database, atau program dari gangguan, ancaman digital, atau akses ilegal. Mencakup confidentiality, integrity, dan availability.

Menyikapi Kehadiran Teknologi Informasi

Untuk Perusahaan:

  1. Fokus pada Connected Customer: Mempertahankan pelanggan loyal melalui pemanfaatan TI (medsos), meningkatkan kompetensi karyawan, dan membuat omnichannel.
  2. Kembangkan Customer Experience dan Employee Experience: Memberikan informasi bermanfaat tentang produk, membuka akses testimoni, dan meningkatkan pengalaman karyawan.
  3. Pahami Disrupsi Teknologi dan Buat Strategi: Kecepatan adaptasi dan transformasi digital menjadi kunci untuk memenangkan persaingan di era disrupsi. Sumber daya manusia dengan kompetensi data processing dan cyber security sangat penting.
  4. Miliki Digital Mindset: Kemampuan melihat peluang penggabungan teknologi dengan bisnis untuk solusi inovatif dan efisien.

Untuk Perorangan:

  1. Memanfaatkan teknologi informasi secara optimal: Menciptakan dampak positif dan mempermudah pekerjaan.
  2. Bijak menggunakan teknologi informasi: Sesuai kebutuhan dan kapasitas.
  3. Dapatkan pengetahuan tentang teknologi informasi: Memahami cara kerja, perawatan, dan adaptasi terhadap TI.
  4. Selalu bersedia beradaptasi dengan teknologi informasi: Memfilter manfaat dan dampak negatif.
  5. Buat inovasi terkait teknologi informasi: Menciptakan produk atau layanan kreatif (mis. youtuber, content creator, digital marketer).

Pengelolaan Sumber Informasi sebagai Keunggulan Kompetitif

Menurut Porter (2001), TI memungkinkan perusahaan bersaing dengan menjadi produsen berbiaya rendah (cost leadership) atau menawarkan produk/layanan yang terdiferensiasi (differentiation).

Sumber Daya TI Perusahaan yang Perlu Dikelola

  1. Infrastruktur Teknologi: Komputer, software, jaringan untuk operasional dan berbagi informasi.
  2. Sumber Daya Manusia: Profesional TI dan manajer dengan keterampilan teknologi, bisnis, dan interpersonal.
  3. Hubungan Bisnis/Teknologi Informasi: Penyelarasan kebutuhan bisnis dengan sumber daya TI.

Teori Keunggulan Kompetitif dari Porter

Michael E. Porter (1985) mengidentifikasi lima kekuatan kompetitif yang menentukan keberlangsungan industri:

  1. Kekuatan Pemasok: Kemampuan pemasok dalam menentukan harga.
  2. Kekuatan Pembeli/Pelanggan: Kemampuan pembeli menegosiasikan harga lebih rendah atau kualitas lebih tinggi.
  3. Masuknya Pemain/Pengusaha Baru yang Potensial: Ancaman dari pendatang baru.
  4. Produk Substitusi: Ketersediaan produk pengganti yang dapat mengalihkan keuntungan.
  5. Persaingan dalam Industri: Tingkat ketatnya persaingan di antara penjual yang ada.

Strategi Umum untuk Keunggulan Kompetitif:

  • Diferensiasi: Menciptakan keunikan produk/jasa yang membedakan dari pesaing, memungkinkan penetapan harga premium.
  • Biaya Rendah (Cost Leadership): Menawarkan produk/jasa dengan harga jual mendekati rata-rata industri namun dengan struktur biaya terendah.
  • Fokus (Focus): Membangun keunggulan bersaing di segmen pasar yang lebih sempit (kurang efektif di era digital).

Menjadikan Sumber Daya Informasi sebagai Senjata Kompetitif

Sumber daya virtual seperti data dan informasi menjadi competitive weapon. Kemudahan, kecepatan, dan akurasi data mendukung pengambilan keputusan strategis.

Dimensi Informasi untuk Pengambilan Keputusan:

  1. Relevansi (relevance): Informasi harus berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
  2. Akurasi (accuracy): Bebas dari kesalahan, tergantung pada sumbernya.
  3. Tepat waktu (timelines): Tersedia saat dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, tidak terlambat.
  4. Lengkap (completeness): Menyajikan gambaran utuh, namun tidak berlebihan (overload).

Dimensi Keunggulan Kompetitif:

  1. Strategis: Pengaruh fundamental dalam operasi perusahaan. Contoh: BRI dengan BRISat.
  2. Taktis: Menerapkan strategi dengan langkah/metode lebih baik dari pesaing. Contoh: UT memberikan akses mahasiswa menggunakan database analytics.
  3. Operasional: Berhubungan dengan transaksi dan proses bisnis harian. Contoh: E-commerce menggunakan Google Analytics untuk rekomendasi produk.

Relevansi Teori Keunggulan Kompetitif Porter di Era Disrupsi

Lima kekuatan Porter masih relevan, namun ada pergeseran paradigma. Model Value Chain Analysis (VCA) lebih menonjol.

  • VCA: Proses identifikasi aktivitas utama (primary activities) dan pendukung (supporting activities) untuk menambah nilai produk/jasa, lalu menganalisisnya untuk mengurangi biaya dan meningkatkan diferensiasi.
  • Di era society 5.0, teknologi informasi bergeser dari supporting activity menjadi primary activity dalam proses bisnis.

Kebutuhan Sumber Daya Informasi Mendesak pada Era Milenial

Diperlukan pengelolaan digital talent melalui pembelajaran digital dan pengembangan budaya kerja digital.

  • Ekosistem Pendukung: Contoh: Silicon Valley, sebagai wadah pengembangan teknologi informasi.
  • Pembelajaran dan Keterampilan Dasar yang Dibutuhkan:
    1. Internet of Things (IoT): Perangkat fisik yang terhubung internet (nirkabel/kabel) untuk berbagai kebutuhan. Contoh: smartphone, smart TV, RFID, smart car.
    2. Big Data Analytics: Analisis data terstruktur maupun tidak terstruktur berskala besar untuk keputusan strategis.
    3. Web Development: Proses pembuatan, pembangunan, dan pemeliharaan situs web.
    4. Search Engine Optimization (SEO): Strategi optimasi situs web agar berada di halaman/urutan teratas mesin pencari.
    5. Project Management: Aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pertanggungjawaban proyek.

Model Kekuatan Kompetitif untuk Investasi Infrastruktur Teknologi Informasi

Enam kekuatan yang perlu dipertimbangkan:

  1. Permintaan pasar untuk layanan perusahaan: Memenuhi kebutuhan pelanggan, pemasok, dan karyawan.
  2. Strategi bisnis perusahaan: Menyelaraskan infrastruktur TI dengan tujuan strategis 5 tahunan.
  3. Strategi, infrastruktur, dan biaya teknologi informasi perusahaan: Mengevaluasi rencana TI dan total biaya infrastruktur.
  4. Penilaian teknologi informasi: Menghindari terlalu jauh di belakang atau terlalu jauh di depan kurva teknologi; menemukan keseimbangan.
  5. Layanan perusahaan pesaing: Membandingkan layanan TI yang ditawarkan pesaing untuk mencari keunggulan.
  6. Investasi infrastruktur teknologi informasi perusahaan pesaing: Membandingkan pengeluaran TI dengan pesaing untuk menemukan efisiensi.

Poin Penting

  • Teknologi Informasi (TI) adalah teknologi fundamental untuk pemrosesan dan distribusi data dalam sistem komputer.
  • Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan big data, AI, cloud computing, dan cyber security.
  • Indonesia telah memasuki era informasi sejak peluncuran satelit Palapa A-1 pada tahun 1976 dan masuknya internet pada tahun 1988.
  • Model cloud computing mencakup SaaS, PaaS, dan IaaS.
  • AI terbagi menjadi beberapa cabang, termasuk Machine Learning, yang memungkinkan sistem belajar dari data.
  • Augmented Reality (AR) memadukan dunia fisik dan digital, sedangkan Virtual Reality (VR) menciptakan simulasi tiga dimensi.
  • Porter's Five Forces (pemasok, pembeli, pendatang baru, substitusi, persaingan) adalah kerangka analisis persaingan industri.
  • Strategi keunggulan kompetitif utama adalah diferensiasi dan cost leadership.
  • Di era disrupsi, TI bergeser menjadi primary activity dalam Value Chain Analysis.
  • Kebutuhan digital talent meliputi keterampilan di bidang IoT, Big Data Analytics, Web Development, SEO, dan Project Management.
  • Investasi infrastruktur TI harus mempertimbangkan permintaan pasar, strategi bisnis, biaya, penilaian teknologi, dan posisi pesaing.

Tes Formatif 1 — Kegiatan Belajar 1

Tes Formatif 1Kegiatan Belajar 1

1.Teknologi yang terkait dengan pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sistem komputer dalam rangka pemrosesan dan distribusi data dan informasi dari satu pihak (client) ke pihak lain (server) disebut ...

2.Temuan pada masa lalu yang sangat relevan dengan munculnya teknologi informasi sebagai berikut, kecuali ...

3.Inisiatif munculnya internet di Indonesia diprakarsai oleh ...

4.Model komputasi ketika pemrosesan komputer, penyimpanan, perangkat lunak, dan layanan lainnya disediakan sebagai kumpulan bersama dari sumber daya tervirtualisasi melalui jaringan adalah komputasi ...

5.Perkembangan teknologi komputer yang cara kerjanya dengan menggabungkan sejumlah besar data dengan cepat, pengolahan berulang, dan algoritma cerdas sehingga memungkinkan perangkat lunak untuk belajar secara otomatis dari pola atau fitur dalam data adalah ...

6.Teknologi yang membaurkan sejumlah teknologi seperti internet of things (IoT), AI, komputasi, dan sensor yang menghasilkan pengalaman bagi penggunanya, yaitu ...

7.Permainan aksi (game action) peperangan seperti Call of Duty atau simulasi Flight Simulator dan sebagainya yang memosisikan pemain seperti berada di medan peperangan sesungguhnya atau menyimulasikan suatu peralatan adalah contoh dari ...

8.Berikut adalah manfaat dari edge computing, yaitu ...

9.Sikap yang bisa ditempuh terkait keberadaan teknologi informasi adalah ...

10.Prinsip keamanan informasi yang harus dijaga jangan sampai ada pihak tertentu yang berniat mengambil data yang bersifat rahasia tanpa otorisasi atau izin dari pemiliknya adalah ...

0/10 soal dijawab

Tes Formatif 2 — Kegiatan Belajar 2

Tes Formatif 2Kegiatan Belajar 2

1.Salah satu sumber daya perusahaan terkait dengan informasi yang perlu diberdayakan secara optimal agar menjadi keunggulan kompetitif adalah ...

2.Kekuatan-kekuatan di luar perusahaan yang bisa menentukan keberlangsungan hidup perusahaan dalam bersaing sebagai berikut, kecuali ...

3.Untuk mencapai keunggulan dalam bersaing, menurut Porter dapat dilakukan dengan strategi berikut, kecuali ...

4.Salah satu dimensi informasi yang dimaknai bebas dari kesalahan atau ketidaktepatan, yaitu ...

5.Dimensi keunggulan kompetitif yang merujuk pada keadaan ketika perusahaan menerapkan strategi yang telah ditetapkannya dengan langkah, cara, atau metode yang lebih baik dibandingkan pesaingnya adalah keunggulan secara ...

6.Berikut ini merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan perusahaan dalam rangka mempertahankan posisi perusahaan pada persaingan industri, kecuali ...

7.Perangkat seperti Smart TV, smartphone, kamera CCTV, dan lain-lain yang dapat terhubung satu dengan yang lain melalui jaringan komputer yang terkoneksi dengan internet, baik menggunakan kabel maupun nirkabel (wireless), adalah pengertian dari ...

8.Strategi untuk mengoptimalkan situs (website) perusahaan agar selalu berada pada halaman pertama atau urutan teratas pada mesin pencari (search engine) disebut ...

9.Aktivitas dalam manajemen proyek yang harus dilaksanakan oleh perusahaan sebagai berikut, kecuali ...

10.Berikut adalah kekuatan-kekuatan kompetitif untuk investasi infrastruktur teknologi informasi, kecuali ...

0/10 soal dijawab

On this page