MSIM4201 - Modul 2
Ringkasan materi Modul 2 untuk persiapan UAS MSIM4201
Sistem operasi menangani perangkat keras, lunak, hingga pengguna, sehingga memiliki banyak komponen modular yang saling bekerja sama untuk efisiensi dan kenyamanan. Modul ini membahas komponen dan struktur sistem operasi modern.
Komponen Sistem Operasi
Komponen sistem operasi modern meliputi:
A. Manajemen Proses
Proses adalah program yang sedang dieksekusi, membutuhkan sumber daya seperti CPU time, alamat memori, berkas, dan perangkat I/O. Sistem Operasi bertanggung jawab atas:
- Pembuatan atau Penghapusan Proses: Mengalokasikan dan mengambil kembali sumber daya.
- Menunda dan Melanjutkan Proses: Mengatur prioritas eksekusi proses.
- Sinkronisasi Proses: Mengatur eksekusi bersamaan untuk menghindari inkonsistensi data.
- Komunikasi Proses: Menyediakan mekanisme interaksi antar proses.
- Pengendalian Deadlock:
Deadlock adalah keadaan sistem terhenti karena proses saling menunggu sumber daya yang tidak dapat dibagi. Sistem operasi harus mencegah, menghindari, mendeteksi, dan memulihkan dari deadlock.
B. Manajemen Memori Utama
Tujuan manajemen memori utama adalah meningkatkan utilitas CPU dan efisiensi pemakaian memori. Memori utama adalah array besar word atau byte dengan alamat tersendiri, berfungsi sebagai penyimpanan instruksi/data untuk CPU dan I/O. Bersifat volatile (data hilang saat komputer mati). Aktivitas manajemen memori utama:
- Menjaga dan memelihara bagian memori yang digunakan.
- Memutuskan proses yang dipanggil ke memori.
- Mengalokasikan dan mendedikasikan ruang memori.
C. Manajemen Memori Sekunder
Memori sekunder adalah sarana penyimpanan di bawah memori utama, tidak langsung terhubung prosesor. Fungsinya:
- Menyimpan Berkas secara Permanen: Data non volatile.
- Menyimpan Program yang Belum Dieksekusi Prosesor: Program dibaca ke memori utama sebelum dieksekusi.
- Memori Virtual: Mekanisme menjadikan ruang kosong disk sebagai alamat memori virtual, mengoptimalkan memori utama meski aksesnya lebih lambat. Aktivitas manajemen memori sekunder:
- Pengaturan ruang kosong.
- Alokasi penyimpanan (magnetik disk, harddisk, dll.).
- Penjadwalan disk.
D. Manajemen I/O (Input/Output)
Sistem operasi disebut device manager karena mengatur berbagai perangkat. Fungsi I/O:
- Penyanggahan (Buffering): Menampung data sementara.
- Penjadwalan (Scheduling): Mengoptimalkan pemakaian I/O.
- Spooling: Meletakkan pekerjaan pada penyangga.
- Menyediakan driver perangkat umum dan khusus.
E. Manajemen File
File atau berkas adalah representasi program dan data yang disimpan di perangkat penyimpanan. Aktivitas manajemen file:
- Pembuatan dan Penghapusan File/Direktori: Mengelola lokasi dan entri berkas.
- Pemetaan File ke Memori Sekunder: Mengatur lokasi fisik penyimpanan.
- Backup File ke Media Penyimpanan yang Stabil (Non Volatile): Memastikan file tidak hilang.
F. Proteksi dan Keamanan
- Fungsi Proteksi: Melawan ancaman penggunaan tidak sah atau gangguan dari pengguna sistem.
- Fungsi Keamanan: Melawan ancaman dari luar kendali sistem operasi.
- Authentication (Otentifikasi): Verifikasi identitas pengguna (mis. kode sandi saat login).
- Ancaman Keamanan:
- Trojan Horse: Program serangan terselubung, berfungsi sebagai celah keamanan.
- Virus: Menyisipkan salinan diri ke program lain, merusak data.
- Worm: Menggandakan diri secara mandiri, mencari celah keamanan.
G. Manajemen Jaringan
Sistem operasi mengatur komunikasi antar komputer dan antar perangkat jaringan dalam sistem terdistribusi serta jaringan peer-to-peer atau client-server.
- Sistem Terdistribusi: Sekumpulan prosesor tanpa memori atau clock bersama, terhubung via jaringan, terlihat sebagai satu komputer bagi pengguna.
- NFS (Network File System): Protokol untuk mengakses sistem berkas melalui jaringan.
H. Command-Interpreter System
Sistem penerjemah perintah tekstual dari pengguna. Contohnya shell atau console (UNIX), CLI, GUI (Windows), pen-based.
- Shell: Antarmuka interaktif antara pengguna dengan sistem operasi.
- System Call: Instruksi untuk layanan sistem operasi, termasuk kontrol proses, manipulasi file, manipulasi device, informasi lingkungan, dan komunikasi (Message-passing Model dan Shared-memory Model).
Struktur Sistem Operasi
Struktur sistem operasi dirancang cermat untuk fungsi optimal dan modifikasi mudah. Struktur-struktur utama:
A. Struktur Sederhana
Sistem operasi kecil, sederhana, dengan keterbatasan, tidak terbagi modul. Contoh: MS-DOS. Awalnya UNIX juga sederhana (Kernel dan program sistem), kemudian menjadi modular.
B. Sistem Monolithic
Struktur tidak terstruktur sebagai kumpulan prosedur yang saling memanggil. Dilengkapi dual-mode (user-mode dan monitor-mode) untuk membedakan eksekusi sistem operasi dan program pengguna. System call dilakukan dengan 'trap' ke kernel. Meskipun tak terstruktur, memiliki struktur dasar:
- Program utama yang meminta service procedure.
- Kumpulan service procedure dari system call.
- Kumpulan utility procedure yang membantu service procedure.
C. Sistem Lapisan (Layered System)
Modularisasi sistem operasi dengan memecahnya menjadi beberapa lapis. Lapisan terendah (Lapis-0) adalah hardware, lapisan teratas (Lapis-N) antarmuka pengguna. Tiap lapisan hanya menggunakan operasi dari lapisan di bawahnya. Contoh: THE (6 lapisan) dan Venus (7 lapisan).
D. Mesin Virtual
Pendekatan terlapis dengan antarmuka tambahan yang menghubungkan hardware dengan kernel untuk tiap proses. Sulit diimplementasikan karena virtual user-mode harus berjalan melalui physical user mode, lalu ke virtual monitor-mode. Keuntungannya adalah proteksi penuh dan keamanan sumber daya. Contoh: IBM VM system, VMware Workstation.
E. Model Client Server
Memindahkan kode ke lapisan lebih tinggi untuk kernel minimal. Fungsi sistem operasi dijadikan user process. Client process mengirim permintaan ke server process, yang melayani dan mengembalikan jawaban. Kernel fokus pada komunikasi client-server. Keuntungan:
- Sistem menjadi lebih sederhana dan mudah diatur.
- Kerusakan server tidak mengganggu sistem lain.
- Mudah diadaptasi ke sistem terdistribusi.
F. Desain dan Implementasi Sistem Operasi
- Tujuan Desain: Menentukan tujuan dan spesifikasi sistem (nyaman, mudah, andal, aman, cepat).
- Mekanisme dan Kebijakan:
- Mekanisme: Menentukan "bagaimana" melakukan sesuatu.
- Kebijakan: Menentukan "apa" yang dilakukan. Pemisahan keduanya penting untuk fleksibilitas. Sistem berbasis mikrokernel menerapkan pemisahan ini secara ekstrem.
- Implementasi: Sistem operasi dapat ditulis dalam berbagai bahasa (Assembly, C, C++, scripting). Keuntungan bahasa tingkat tinggi: kode lebih cepat ditulis, ringkas, mudah dipahami/debug, dan transfer ke hardware lain lebih mudah.
Poin Penting
- Komponen sistem operasi utama meliputi manajemen proses, memori utama, memori sekunder, I/O, file, proteksi/keamanan, dan jaringan.
- Proses merupakan program yang sedang dieksekusi, membutuhkan manajemen sumber daya oleh sistem operasi.
- Manajemen memori utama bertujuan meningkatkan utilitas CPU dan efisiensi memori, bersifat volatile.
- Manajemen memori sekunder berfungsi menyimpan berkas permanen (non volatile) dan mendukung memori virtual.
- Sistem operasi disebut device manager karena mengatur perangkat I/O melalui buffering, scheduling, spooling, dan driver.
- Proteksi dan keamanan sistem operasi melindungi dari ancaman internal (proteksi) dan eksternal (keamanan) seperti Trojan Horse, virus, dan worm.
- Command-Interpreter System, seperti shell, berfungsi sebagai antarmuka pengguna ke sistem operasi dan mengelola system call.
- Struktur sistem operasi meliputi sederhana (MS-DOS), monolithic, lapisan (THE, Venus), mesin virtual, dan client-server.
- Sistem monolithic menggunakan dual-mode (user-mode dan monitor-mode) untuk proteksi.
- Sistem lapisan memecah sistem operasi menjadi hierarki modul dari hardware ke antarmuka pengguna.
- Mesin virtual menyediakan proteksi dan keamanan sumber daya, mengisolasi lingkungan komputasi.
- Model client-server memisahkan fungsi OS menjadi proses client dan server untuk modularitas dan adaptasi sistem terdistribusi.
Tes Formatif 1 — Kegiatan Belajar 1
1.Komponen-komponen sistem operasi disebut juga dengan modular karena...
2.Pengertian proses dalam sistem operasi adalah...
3.Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses kelengkapan mekanisme untuk sinkronisasi proses. Yang dimaksud dengan sinkronisasi proses adalah...
4.Fungsi dari memori utama adalah...
5.Aktivitas yang memberikan tanggapan terhadap manajemen memori utama dalam sistem operasi adalah...
6.Pengertian dari memori sekunder adalah...
7.Fungsi sarana penyimpanan sekunder adalah...
8.Aktivitas yang memberikan tanggapan terhadap manajemen memori sekunder dalam sistem operasi adalah...
9.Sistem operasi sering disebut *device manager* karena...
10.Fungsi sistem operasi untuk sistem I/O adalah...
11.Pengertian file atau berkas yang paling tepat adalah...
12.Aktivitas sistem operasi yang memberikan tanggapan terhadap manajemen file adalah...
13.Sistem operasi menyimpan file ke media penyimpanan yang stabil dimana file tersebut tidak akan pernah hilang walaupun tidak mendapatkan daya listrik. Dalam manajemen file, ini merupakan aktivitas agar...
14.Fungsi sistem operasi yang melawan ancaman penggunaan yang tidak sah atau gangguan yang diakibatkan oleh pengguna sistem komputer adalah fungsi...
15.Fungsi keamanan sistem operasi adalah...
16.Ancaman keamanan sistem operasi dimana suatu program yang dirancang untuk melakukan suatu serangan namun terselubung dengan baik pengguna tidak sadar telah terjangkit karena semua program berjalan lancar dengan tujuan sebagai pintu celah keamanan disebut...
17.Fungsi sistem operasi dalam manajemen jaringan adalah...
18.Pengertian sistem terdistribusi dalam manajemen jaringan sistem operasi adalah sistem...
19.Pengertian Command Interpreter System adalah sistem...
20.Dalam system call, aktivitas melakukan mengakhiri dan membatalkan proses, mengambil dan eksekusi proses, membuat dan mengakhiri proses, dan menentukan serta mengeset atribut proses disebut...
Tes Formatif 2 — Kegiatan Belajar 2
1.Pengertian struktur sistem operasi adalah...
2.Pengertian struktur sederhana pada struktur sistem operasi adalah sistem operasi...
3.Contoh sistem operasi dengan struktur sederhana adalah...
4.Struktur UNIX yang berisi sistem berkas, penjadwalan CPU, manajemen memori dan fungsi sistem operasi adalah...
5.Pengertian sistem monolithic pada struktur sistem operasi adalah...
6.Struktur sistem monolithic dalam sistem operasi yaitu program utama, service procedure dan utilitas prosedur. Fungsi utilitas prosedur adalah...
7.Sistem monolithic merupakan struktur sederhana yang dilengkapi dengan operasi dual-mode. Pelayanan yang dilakukan oleh monitor mode adalah...
8.Fungsi mode bit pada sistem operasi dual mode pada sistem monolithic adalah...
9.Pengertian sistem lapisan pada struktur sistem operasi adalah sistem operasi...
10.Sistem lapisan pada dasarnya dibuat dengan cara membentuk sistem operasi menjadi bentuk modular. Yang dimaksud dengan modular sistem adalah...
11.Contoh sistem operasi dengan struktur berlapis adalah THE (Technische Hogeschool Eindhoven) lapisan yang berfungsi sebagai mengalokasikan memori untuk proses adalah...
12.Contoh lain adalah sistem Venus yang mempunyai tujuh lapisan. Lapisan bawah (0 sampai 4) digunakan oleh penjadwalan CPU dan manajemen memori yang kemudian diletakkan dalam suatu microcode. Fungsi microcode adalah...
13.Pengertian mesin virtual pada struktur sistem operasi adalah sistem operasi...
14.Keuntungan menggunakan mesin virtual adalah...
15.Contoh sistem operasi yang memakai mesin virtual adalah...
16.Kegunaan mesin virtual salah satunya memungkinkan konsolidasi server. Pengertian konsolidasi server adalah...
17.Pengertian model client server sistem lapisan pada struktur sistem operasi adalah...
18.Pada sistem client server membagi sistem operasi menjadi beberapa bagian dimana tiap-tiap bagian mengendalikan satu sistem. Jenis pengendalian tersebut adalah pelayanan...
19.Keuntungan menggunakan sistem client server dalam struktur sistem operasi adalah...
20.Fungsi kernel pada proses yang dilakukan pada monitor mode sistem model client server adalah...